Aiolos, putra Hipotas, adalah dewa yang mengatur semua angin yang bertiup dari empat penjuru dunia. Nama-nama angin itu adalah Boreas (Angin Utara), Notos (Angin Selatan), Zephyros (Angin Barat) dan Euros (Angin
Timur). Istana sang dewa pengatur angin yang megah berada di sebuah
pulau yang bernama Pulau Aiolia, di lepas pantai Italia. Sekarang pulau
berapi itu disebut dengan nama Pulau Stromboli.
Penguasa angin ini memiliki enam orang putra dan enam orang putri, salah satu putrinya yang cantik bernama Alkyone yang dinikahkan dengan Keyx,
raja Trakhis. Sang raja adalah seorang pelaut tangguh dan gemar
menangkap ikan di laut lepas. Hal ini membuat Alkyone kerap khawatir
bila sesuatu yang buruk menimpa suaminya di laut, tetapi Keyks adalah
pelaut yang pemberani dan berpengalaman. Dalam cuaca seburuk apapun, ia
pasti akan pulang kembali ke Trakhis.
Suatu
hari, Alkyone mendapatkan firasat buruk yang lain dari biasanya. Ia
memohon pada Keyx agar tidak berlayar hari itu. Keyx yang sangat percaya
pada kemampuannya dalam mengarungi lautan tidak mengindahkan kata-kata
istrinya dan tetap pergi berlayar. Air mata Alkyone yang meleleh di
pipinya tidak cukup menghentikan kepercayaan diri Keyx yang terlalu
berlebihan. Dan, harga yang harus dibayar Keyx untuk kebanggaan dirinya
itu sangat besar.
Saat
kapal Keyx telah berada di tengah-tengah laut, tiba-tiba cuaca yang
cerah mendadak berubah menjadi gelap. Awan-awan hitam berdatangan
menutupi matahari siang dan langit pun menjadi kelabu. Angin kencang
bertiup, mengaduk-aduk isi lautan hingga berbuih dan
mengombang-ambingkan semua yang berada di permukaannya. Hanya dalam
beberapa detik, gelombang lautan bergulung naik hingga setinggi gunung
dan menghancurkan perahu yang ditumpangi Keyx hingga berkeping-keping.
Begitu
mendengar kabar itu, Alkyone berlari ke pantai dan mencari-cari tubuh
suaminya di laut. Akhirnya di antara puing-puing kapal yang terseret
ombak ke pantai Alkyone menemukan tubuh Keyx telah terbujur kaku. Dengan
hati hancur, ia mendekap tubuh suaminya itu dan memberikan ciuman yang
terakhir. Lalu Alkyone memanjat tebing yang menjulang tinggi di pantai
dan melemparkan dirinya dari tebing ke laut di bawahnya.
Melihat
takdir yang begitu kejam menimpa pasangan muda ini, para dewa jatuh
iba. Kedua pasangan ini diubah oleh para dewa menjadi dua ekor burung
air (Kingfisher) yang disebut Halcyone.
Burung ini berpasang-pasangan seumur hidup dan bila kematian merenggut
nyawa si jantan, maka betinanya akan mencoba mengakhiri hidupnya, persis
seperti yang dilakukan Alkyone.
Burung
ini bertelur hanya di musim dingin, tetapi telur-telur itu akan menetas
hanya saat matahari bersinar dan angin dingin tak bertiup. Saat-saat
seperti itu disebut dengan Halcyone Days, yang berlangsung tujuh hari sebelum dan sesudah Winter Solstice
(biasanya terjadi sekitar tgl 21 atau 22 Desember. Hari-hari Halcyon
dimulai dari tanggal 14 atau 15 Desember dan berlangsung selama 14
hari.
Sebagian
orang juga percaya burung ini bisa mengendalikan arah angin dan
menenangkan laut agar mereka dapat menetaskan telur-telur mereka yang
digantung di ranting-ranting pohon. Konon Aiolos mengendalikan angin di
tengah musim dingin untuk membiarkan putrinya dan keturunannya dapat
memelihara anak-anak mereka dengan selamat.
source : prayudi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar