Sabtu, 30 November 2013

Apa itu Sleep Paralysis?

Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres.

Ya, kalian mengerti maksud saya. Kita semua pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau irep-irep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Dulu, saya sempat mengira kalau kata fenomena ini disebut Lucid Dream. Namun, ternyata saya salah. Fenomena ini sebenarnya bernama Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur) atau The Old Hag Syndrome.

Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh setan. Tidak bisa disalahkan. Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh "Old Hag" atau "Penyihir" yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome. Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, nama The Old Hag Syndrome mulai ditinggalkan. Para peneliti lebih suka menyebutnya Sleep Paralysis (SP).


Lalu, pertanyaannya adalah: Apa yang menyebabkannya?

Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.

Ketika kita tidur, kita akan memasuki beberapa tahapan tertentu. Memang ada banyak, namun kita hanya akan melihat dua tahapan besarnya, yaitu Non REM dan REM.

Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil.

Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement - REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.

 
Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.

Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.

"Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku."

Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama.

Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita?

Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita.

Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena "penculikan oleh alien" atau "diserang roh jahat" kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis. 
 
Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang.

Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu. Dan luar biasanya, mereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).

Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?

Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu:

1. Tidurlah yang cukup dan teratur
2. Kurangi Stress
3. Berolahragalah secara teratur

Dengan kata lain, gaya hidup sehat! Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu.

Sumber : http://xfile-enigma.blogspot.com

Apa itu Black Friday?

Apa Itu Black Friday ? Apakah anda pernah mendengar kata black friday , apakah ini artinya jum'at hitam ? ow bukan tentunya . Hari tersebut sangatlah di tunggu karena orang akan berbelanja apapun barangnya dan sebanyak mungkin nama Black Friday ini berasal dari kota Philadelphia, dimana awalnya istilah Black Friday ini digunakan untuk menggambarkan betapa ramai dan mengganggunya para pejalan kaki dan kendaraan bagi lalu lintas , hal ini dimaksudkan karena Black Friday ini identik dengan diskon, belanja dan pesta, pesta diskon . pada hari itu semua toko akan memberikan diskon besar-besaran dari 20% ,50% hingga sampai 80% kesempatan ini tentu tidak di lewatkan bagi semua orang untuk berbelanja kebutuhan yang di perlukan.

Black Friday adalah hari setelah perayaan Thanksgiving dan ini biasanya merupakan awal dari musim belanja Hari Natal di USA. Selain popular di USA, Black Friday juga berlangsung di Kanada dan Australia. Pada hari itu banyak toko yang membuka tokonya lebih awal misalnya pada jam 4 pagi atau bahkan bisa lebih awal lagi. Karena itu banyak orang yang rela antri dan menunggu di luar toko sepanjang malam dalam suhu yg sangat dingin. Terkadang juga ada yg sampai mendirikan tenda di luar toko. Mereka rela melakukan itu semua agar mereka bisa menjadi yang pertama memasuki toko dan membeli barang yg mereka inginkan dengan harga yg sangat rendah. Pada saat toko dibuka mereka akan berdesak-desakan dan berebutan untuk menjadi yang pertama memasuki pintu toko.



Sebenarnya  Black Friday ini bukanlah hari libur, namun dari pihak perusahaan biasanya meliburkan karyawan-karyawanya , ini tentunya agar meningkatkan pembeli pada hari tersebut.Black Friday ini sekarang sudah menjadi kegiatan rutin yang di lakukan masyarakat di sana sebagai hari yang supersibuk untuk berbelanja.

Lalu kapan hari jatuhnya Black Friday ? Hari  Thanksgiving jatuh pada Kamis keempat di bulan November di Amerika Serikat, sehari setelah terjadi antara 23 dan 29 November. Karena Black Friday adalah sehari setelah Thanksgiving, maka tanggal Black Friday adalah diantara tanggal tersebut, 23-29 November. Seperti pada tahun 2011 ini, Thanksgiving jatuh pada tanggal pada 24 November, maka Black Friday adalah tanggal 25 November.

Source: http://yozgie89.blogspot.com/2012/11/apa-itu-black-friday.html?m=1

Senin, 25 November 2013

Penemu Telepon Bukan Graham Bell ?!


Siapa penemu telepon kini terungkap. Sebuah buku baru mengklaim memiliki bukti kejahatan yang dilakukan oleh Alexander Graham Bell. Bell ternyata bukan penemu telepon pertama. Dia dituding telah mencuri ide telepon dari pesaingnya, Elisha Gray.Dalam buku berjudul "The Telephone Gambit: Chasing Alexander Graham Bell's Secret" itu, sang penulis, Seth Sulman, mengatakan bahwa Bell telah mencontek ide tersebut dari sebuah dokumen hak paten yang menjadi milik Gray.

Shulman yakin bahwa dokumen laboratorium milik Bell telah digitalisasi dan diperbanyak pada tahun 1999, setelah sebelumnya keluarga Bell sempat menahannya pada tahun 1976.

Dokumen ini menerangkan permulaan yang salah atas temuan Bell dan asistennya, Thomas Watson, yang mencoba mentransmisikan gelombang elektromagnetik melalui kabel.

Sempat terjadi jeda ujicoba selama 12 hari. Kala itu Bell pergi ke Washington untuk menanyakan hak paten atas hasil kerjanya. Setelah itu dia dikabarkan mulai mencoba sistem transmiter suara lainnya yang kemudian dinyatakan berhasil.

Ketika Bell menemukan pendekatan baru tersebut, dia pun membuat sketsa diagram dari perangkat tersebut. Dokumen paten milik Gray ternyata menggambarkan teknik yang sama dan menampilkan diagram yang serupa pula. Buku ini juga sedikit menjawab kecurigaan para ilmuwan. Misalnya saja desain transmiter Bell ternyata muncul tiba-tiba di tepi dokumen paten.

Bahkan Bell dikatakan sempat kikuk ketika mendemonstrasikan perangkat temuannya yang dibandingkan dengan temuan Gray. Bell ditantang untuk bersaksi dalam sidang pengadilan pada tahun 1878 untuk membuktikan temuannya ini. Namun Bell dengan cepat langsung memonopoli nama telepon yang diambil dari namanya.

Dalam buku tersebut, Bell juga diklaim sebagai pengacara yang ambisius dan berpengalaman mengorup hak paten orang lain.

Sebelumnya, Bell dikenal sebagai penemu telepon, meski Kongres AS pada Juni 2002 menetapkan bahwa Antonio Meucci-lah yang menemukan telepon.

Alexander Graham Bell, membuat telepon pertama di Boston, Massachusetts, pada tahun 1876. Tetapi, penemu Italia Antonio Meucci telah menciptakan telepon pada tahun 1849, dan pada September 2001, Meucci dengan resmi diterima sebagai pencipta telepon oleh kongres Amerika, dan bukan Alexander Graham Bell.
 
Source : http://space-01.blogspot.com/2008/01/penemu-telepon-bukan-graham-bell.html

Cerita Rakyat: Nenek Pakande


 SINOPSIS

         NENEK PAKANDE

Nenek Pakande adalah seorang nenek siluman yang sering menjadi momok bagi masyarakat Bugis di daerah Soppeng, Sulawesi Selatan. Nenek siluman itu adalah manusia kanibal yang sakti mandraguna, ia sangat suka makan daging manusia, terutama daging anak-anak. Itulah sebabnya, masyarakat  setempat memanggilnya Nenek Pakande. Dalam bahasa Bugis, kata pakande berasal dari kata pakkanre-kanre tau yang berarti suka makan daging manusia. Suatu ketika, seorang pemuda yang cerdik bernama La Beddu berupaya untuk mengusir Nenek Pakande karena kelakuannya telah meresahkan seluruh warga. La Beddu  menggunakan akal sehat dan Berkat kecerdikannya, ia dengan dibantu oleh para warga berhasil mengusir Nenek Pakande dari daerah Soppeng.

~~~~~
CERITA RAKYAT 
NENEK PAKANDE

Alkisah, di Prov. Sulawesi Selatan ada sebuah Daerah yang bernama Kabupaten Soppeng. Penduduk negeri itu senantiasa hidup tenteram, damai, dan sejahtera. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani. Setiap hari mereka bekerja di sawah dengan hati tenang dan damai.
Pada suatu ketika, suasana tenang dan damai tersebut tiba-tiba terusik oleh kedatangan sesosok siluman bernama Nenek Pakande. Ia datang ke negeri itu mencari mangsa untuk dijadikan santapannya. Nenek siluman itu sangat suka menyantap daging anak-anak. Oleh sebab itu, anak-anak selalu menjadi incarannya. Biasanya, Nenek Pakande mulai berkeliaran mencari mangsa ketika hari mulai gelap.
Pada suatu sore, di saat hari mulai gelap, Nenek Pakande melihat seorang anak kecil sedang asyik bermain di halaman rumahnya. Anak itu termasuk anak bandel. Sudah berkali-kali dinasehati oleh orang tuanya agar segera masuk ke dalam. Namun, ia tetap saja asyik bermain seorang diri. Ketika suasana di sekitarnya lengah, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Nenek Pakande. Ia segera menangkap anak itu lalu membawanya pergi.
Beberapa saat kemudian, sang ibu kebingungan mencari anaknya. Ia sudah mencari di sekitar rumah namun tidak juga menemukannya.
“Toloooong…….toloooong.. anakku hilang!”teriak ibu itu panik.
Mendengar suara teriakan itu, para tetangga serentak berhamburan keluar rumah dan mengerumuni ibu itu.
“Apa yang terjadi dengan anak ibu?” tanya salah seorang warga.
“Anakku, anakku., anakku hilang,” jawab ibu itu dengan sedih
“Hilang ke mana anak ibu?” tanya lagi warga itu.
“Entahlah, Pak!” jawab ibu itu dengan bingung, “dia tiba-tiba saja hilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Tadi, aku meninggalkannya sebentar ke dalam rumah saat dia sedang asyik bermain sendiri di halaman rumah. Ketika aku kembali untuk mengajaknya masuk ke dalam rumah, dia sudah tidak ada,”jelasnya.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, para warga beramai-ramai mencari anak itu. Mereka sudah mencari hingga ke mana-mana, namun belum juga menemukannya. Karena malam sudah larut, akhirnya para warga menghentikan pencarian. Pada keesokan harinya, saat matahari mulai tampak di ufuk timur, mereka kembali melanjutkan pencarian, namun hasilnya tetap nihil.
Pada malam berikutnya, para dukun di Kabupaten Soppeng segera mencari tahu siapa penculik yang misterius itu. Dengan ilmu yang dimiliki, akhirnya mereka berhasil mengetahuinya. Berita tersebut kemudian mereka sampaikan kepada seluruh warga bahwa pelaku penculikan itu adalah Nenek Pakande. Betapa terkejutnya seluruh warga mendengar kabar tersebut karena mereka sangat mengenal watak atau perilaku Nenek Pakande.
“Hai, bukankah Nenek Pakande itu seorang siluman yang sakti mendaraguna?” tanya seorang warga.
“Ya, benar. Dia sangat sakti dan tak seorang pun manusia biasa yang mampu mengalahkannya. Dia hanya takut kepada sesosok, raksasa yang bernama Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Namun, raksasa itu sudah tidak pernah lagi terdengar kabar keberadaannya,” jelas salah seorang dukun.
“Lantas, apa yang dapat kita lakukan?” tanya pula seorang warga lainnya dengan bingung.
Tak seorang pun warga yang menjawab. Mereka kebingungan menghadapi masalah itu. Di tengah-tengah kebingungan tersebut, seorang pemuda yang duduk paling belakang tiba-tiba angkat bicara. Pemuda itu bernama La Beddu ia pemuda yang cerdik.
“Maaf, para hadirin! Perkenankanlah saya untuk menyampaikan sesuatu. Saya mempunyai sebuah cara untuk membinasakan Nenek Pakande,” kata pemuda itu.
Sejenak, suasana pertemuan itu menjadi hening. Semua pandangan tertuju kepada pemuda itu. Sebagian dari warga memandangnya dengan penuh harapan. Namun, tak sedikit dari mereka yang memandangnya dengan pandangan yang merendahkan.
“Hai, La Beddu. Bagaimana caramu bisa mengalahkan Nenek Pakande? Bukanlah dia sangat sakti, sementara kamu sendiri hanya pemuda biasa yang tidak mempunyai kesaktian sama sekali?” tanya salah seorang warga.
La beddu hanya tersenyum, lalu menjawab pertanyaan itu dengan tenang.
“Tidak selamnya kesaktian itu harus dilawan dengan kesaktian pula,” kata La Beddu.
Semua warga tercengang. Setelah itu, La Beddu menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan Nenek Pakande adalah kecerdikan.
“Begini, saudara-saudara,” lanjutnya, kita semua sudah tahu bahwa Nenek Pakande hanya takut kepada raksasa Raja Bangkung Pitu Rappa Rawa Ale. Oleh karena itu, saya akan mengelabui Nenek Pakande dengan berpura-pura menjadi seperti raksasa itu,” jelas La Beddu.
 Mendengar penjelasan itu, para warga semakin bingung. Apalagi ketika La Beddu meminta kepada warga untuk menyiapkan masing-masing satu buah salaga (garu), satu ember busa sabun, satu ekor kura-kura dan belut, satu lembar rebung yang sudah kering, dan sebuah batu besar.
“Untuk apa salaga itu La Beddu? Bukanlah sekarang belum musim  tanam? tanya seorang warga dengan bingung.
“Sudahlah, Pak. Bapak tidak usah terlalu banyak tanya. Kita lihat saja nanti hasilnya. Yang penting sekarang adalah mencari semua benda dan binatang yang saya sebutkan tadi lalu mengumpulkannya di rumah saya. Nantilah saya jelaskan semuanya,” ujar La Beddu.
Tanpa banyak tanya lagi, para warga segera melaksanakan permintaan La Beddu. Ada yang pergi mencari belut di sawah, ada pula yang mencari kura-kura di sungai. Sebagian yang lain sibuk membuat salaga dan menyiapkan busa sabun satu ember, sebuah batu besar, serta kulit rebung. Setelah memperoleh segala yang diperlukan, para warga segera membawanya ke rumah La Beddu.
“Hai La Beddu! Jelaskanlah kepada kami mengenai maksud dan tujuan dari semua benda dan binatang ini!” desak pemuka masyarakat.
La Beddu pun kemudian menjelaskan bahwa salaga yang bentuknya menyerupai sisir, busa sabun yang menyerupai air ludah, dan kura-kura yang menyerupai kutu manusia itu akan digunakan untuk mengelabui Nenek Pakande. Dengan menunjukkan benda-benda tersebut, Nenek Pakande akan mengira itu semua milik Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Sementara itu, kulit rebung yang bentuknya mirip terompet itu akan digunakan untuk menggelegarkan suaranya sehingga menyerupai suara raksasa itu. Adapun belut dan batu besar tersebut masing-masing akan diletakkan di depan pintu dan di depan tangga.
Setelah itu, La Beddu bersama para warga segera  menyusun siasat. Dua orang warga ditunjuk yang masing-masing akan betugas meletakkan belut di depan pintu dan batu besar di depan tangga.
Ketika hari mulai gelap, La Beddu segera naik ke atas loteng Sao Raja untuk bersembunyi sambil membawa salaga, busa sabun, kura-kura, dan kulit rebung. Sementara itu, kedua warga yang telah diberi tugas bersembunyi di bawah kolong Sao Raja. Setelah semuanya siap, para warga mulai menjebak Nenek Pakande dengan cara mengunci pintu rumah mereka rapat-rapat tanpa penerangan sedikit pun. Kecuali Sao Raja, pintunya dibuka lebar dan didalamnya dinyalakan sebuah pelita. Selain itu, seorang bayi juga diletakkan di dalam kamar sebagai umpan untuk menjebak Nenek Pakande agar masuk ke dalam Sao Raja tersebut.
Tak berapa lama kemudian, Nenek Pakande pun mendatangi Sao Raja tersebut. Tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun, ia melangkah perlahan-lahan menaiki anak tangga Sao Raja satu per satu. Saat berada di depan pintu, indra penciumannya langsung merasakan bau bayi yang sangat menyengat. Nenek siluman itu pun langsung  masuk ke dalam Sao Raja. Pada saat itulah, kedua warga yang bersembunyi di bawah kolong Sao Raja segera melaksanakan tugas mereka lalu kembali ke tempat persembunyiannya tanpa sepengetahuan Nenek Pakande.
Ketika Nenek Pakande hendak mendekati bayi yang ada di dalam kamar, tiba-tiba langkahnya terhenti oleh suara keras yang menegurnya.
“Hai, Nenek Pakande! Mau apa kamu datang kemari, ha?”
Suara itu tidak lain adalah suara La Beddu yang menggunakan kulit rebung di atas loteng. Namun, Nenek Pakande tidak mengetahui hal itu.
“Suara siapa itu?” tanya Nenek Pakande dengan terkejut.
“Aku adalah raksasa Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale. Ha..ha..ha!” jawab suara itu seraya tertawa terbahak-bahak.
Mendengar jawaban itu, Nenek Pakande mulai ketakutan. Namun, ia belum yakin jika itu adalah suara raksasa tersebut.
“Apa buktinya jika engkau adalah Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale?”
La beddu yang berda di atas loteng segera menumpakan busa sabun dari embernya tepat di depan Nenek Pakande. Alangkah terkejutnya perempuan siluman itu karena mengira busa sabun tersebut adalah air ludah raksasa itu.
“Bagaimana, Nenek Pakande? Apakah kamu masih meragukan diriku?” tanya suara itu.
“Bukti apa lagi bukti yang bisa kamu tunjukkan padaku?” Nenek Pakande balik bertanya.
Mendengar pertanyaan itu, La Beddu segera menjatuhkan salaga dan kura-kuranya secara beruntun. Melihat kedua benda tersebut, Nenek Pakande langsung lari tunggang langgang karena ketakutan. Ia mengira kedua benda tersebut adalah sisir dan kutu milik raksasa itu. Begitu ia melewati pintu Sao Raja kakinya menginjak belut yang diletakkan di tempat itu sehingga terpeleset dan akhirnya terjatuh berguling-guling di tangga. Saat sampai di tanah, kepalanya terbentur pada batu besar yang sudah disiapkan di depan tangga.
Meskipun terluka parah, Nenek Pakande masih mampu berdiri dan melarikan diri entah kemana. Namun, sebelum meninggalkan negeri itu, ia sempat berpesan kepada seluruh warga bahwa kelak ia akan kembali untuk memangsa anak-anak mereka. Oleh sebab itulah, hingga  kini, masyarakat Soppeng sering menggunakan cerita ini untuk menakut-nakuti anak-anak mereka agar tidak berkeliaran di luar rumah ketika hari sudah gelap.

                                             

Jumat, 22 November 2013

Biografi Dewi Lestari



Biografi Dewi Lestari -  Penulis Buku dan Penyanyi


Dewi Lestari ialah satu tokoh Indonesia yang sukses di bidang musik dan juga sastra. Wanita yang lahir di bandung pada tanggal 20 Januari 1976 ini mengawali kisah suksesnya dengan menjadi penulis. Meluluskan sekolah di SMA Negeri 2 Bandung, Dee sapaan akrabnya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Parahyangan jurusan Hubungan Internasional. Latar belakang pendidikannya ini membuatnya fasih merangkai kata, yang kemudian mendorongnya menjadi seorang penulis dan juga penyanyi terkenal

Kehidupan Pribadi:
Dee terlahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Yohan Simangunsong dan Turlan br Siagian (alm). Marcell Siahaan merupakan suami pertama Dee. Mereka menikah pada tanggal 12 September 2003. setahun kemudian putra pertama mereka lahir dan diberi nama Keenan Avalokita Kirana. Nama putranya diabadikan Dee sebagai salah satu karakter utama dalam novel terkenalnya yang berjudul Perahu Kertas.

Pernikahan ini hanya bertahan 3 tahun. Mereka bercerai pada pertengahan Juni 2008 karena adanya pihak ketiga. Tidak lama melajang, Dee kemudian menikah lagi 5 bulan setelah perceraiannya, yaitu 11 November 2008 di Sydney. Suami keduanya bernama Reza Gunawan dan dari hasil pernikahannya ini, mereka mempunyai seorang putrid bernama Atisha Prajna Tiara (23 Oktober 2009).

Karir Menulis :
Menulis merupakan hobi Dee. Trilogi Supernova merupakan karyanya yang membuatnya menjadi novelis handal di kancah perbukuan Indonesia. Sebelumnya ia memang belum dikenal masyarakat, padahal sebelum melesat lewat group vocal Rida Sita Dewi, tokoh Indonesia ini sudah menulis sejak SMA. Ia sering mengeluarkan tulisan yang dimuat di berbagai media masa. Karya cerpennya dimuat pada tahun 1993 yaitu di Jendela Newsletter. Selain itu ada juga di Majalah Mode, serta menjadi juara pertama lomba menulis cerpen di majalah Gadis.

Tahun 2001, era keemasan dalam karir menulisnya mencapai puncak saat ia merilis novel sensasionalnya, Supernova Satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Novel ini dirilis tanggal 16 Februari 2001. penjualan novelnya menembus angka 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan dan mencapai kurang lebih 75.000 eksemplar. Dee yang cerdas menyisipkan banyak sekali istilah sains dalam novelnya padahal novelnya bergenre romance.

Kesuksesan Supernova Satu tidak hanya di Indonesia. Ia menjadi tokoh dunia ketika novelnya diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh Harry Aveling seorang penulis dan penerjemah asal Australia. Selain itu, berkat novel ini pula, Dee menjadi salah satu nominator Katulistiwa Literary Award (KLA), yang merupakan salah satu penghargaan buku terpopuler di Indonesia.
Sekuel kedua Supernova mengulang sukses novel terdahulu. Novel berjudul Akar ini rilis pada tanggal 16 Oktober 2002 Walaupun ada sedikit insiden karena pemasangan simbul suci agama Hindu dalam cover bukunya, namun setelah permasalahan ini selesai, Dee melanjutkan Supernova ke sekuel selanjutnya. Novel ini juga menjadikan Dee sebagai salah satu nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) tahun 2003.

Tiga tahun kemudian, sekuel terakhir Supernova terbit. Novel dengan judul Petir ini mengikuti sukses dua sekuel terdahulu. Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Hanya saja, ia memasukkan 4 tokoh baru dalam PETIR. Salah satunya adalah Elektra, tokoh sentral yang ada di novel tersebut.

Karya Dee yang merupakan salah satu inovasi di dunia perbukuan Indonesia adalah paduan fiksi dan musik dalam buku sekaligus album RECTOVERSO. Buku ini terbit pada Agustus 2008. ini adalah mahakarya unik dan pertama di Indonesia. "Rectoverso" merupakan hibrida dari fiksi dan musik, terdiri dari sebelas cerita pendek dan sebelas lagu yang bisa dinikmati secara terpisah maupun bersama-sama. Keduanya saling melengkapi bagaikan dua imaji yang seolah berdiri sendiri tapi sesungguhnya merupakan satu kesatuan. Inilah cermin dari dua dunia Dewi Lestari yang ia ekspresikan dalam napas kreatifitas tunggal bertajuk "Rectoverso". Dengar fiksinya. Baca musiknya. Lengkapi penghayatan anda dan temukanlah sebuah pengalaman baru.

Cerpen yang paling terkenal dari buku ini adalah Malaikat Juga Tahu yang mengisahkan cinta seorang ibu kepada anaknya yang menderita autisme. Cerpen ini juga disajikan dalam sebuah lagu, dengan kisah dan judul yang sama. Salah satu model video klipnya yang menggugah adalah Lukman Sardi yang juga menjadi pemeran utama dalam Film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Cerpen Malaikat Juga Tahu bisa dibaca secara gratis di website ulasan buku Rectoversi, www.dee-rectoverso.com.

Novel yang lebih sensasional karya Dee dan juga difilmkan tahun 2012 adalah Perahu Kertas. Novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2009. Naskah novel ini sendiri sudah tersebar luas di internet namun tanpa bab terakhir. Namun walaupun begitu, para fans tetap menunggu-nunggu novelnya terbit karena ingin mengetahui bagaimana kisah akhir antara Kugi dan Keenan.

Melalui kiprah kepenulisannnya Dee juga dianugrahi A Playful Mind Award (2003) dan dinobatkan menjadi salah satu Generasi Biang Extra Joss (2004). Dee terlebih dahulu dikenal sebagai penyanyi rekaman dan penulis lagu.

Selain itu, ia juga tercatat sebagai penulis scenario untuk film adaptasi novelnya, Perahu Kertas.


Karier menyanyi :
Selain menulis, pada saat yang bersamaan, Dee juga menekuni bidang tarik suara. Musik merupakan kegemarannya dari kecil selain menulis. Ia mewarisi bakatnya dari ayahnya yang belajar piano secara otodidak. Selain itu, adiknya juga mengikuti jejaknya menjadi seorang penyanyi (Arina Ephipania, vokalis grup musik Mocca). Dalam dunia musik, namanya dikenal setelah ia bergabung dalam sebuah grup musik Rida Sita Dewi (RSD). Padahal sebelumnya ia menjadi backing vocal beberapa penyanyi terkenal seperti Iwa K, Java Jive dan Chrisye.

RSD terbentuk atas prakarsa Ajie Soetama dan Adi Adrian pada tahun 1994 yang beranggotakan Rida Farida, Sita Nursanti dan Dei Lestari.Bersama grup ini, Dewi Lestari meluncurkan beberapa album, yaitu Antara Kita (1995), Bertiga (1997), The Best of Rida Sita Dewi (2002). Beberapa lagu terkenal RSD adalah Kepadamu, Tak Perlu Memiliki, Ketika Kau Jauh dan Terlambat Bertemu. Beberapa musisi terkenal yang mendukung grup ini diantaranya Santoso/Inno Daopn, Kahitna serta Yovie Widianto.

Karir solo Dee di bidang musik diawali oleh album berbahasa inggris berjudul Out Of Shell di tahun 2006. dua tahun kemudian, album hibrida dari fiksi dan musiknya, RectoVerso. Ada sebelas lagu di dalam album ini, lagu yang dirilis pertama adalah Malaikat Juga Tahu dan juga menjadi lagu paling terkenal. Di salah satu lagu, Dee juga berduet dengan adiknya (Aku Ada). Selain itu ia juga Aqi Alexa di lagu Peluk Aku.

Daftar Lagu RectoVerso:
1.       Curhat Buat Sahabat
2.       Malaikat Juga Tahu
3.       Selamat Ulang Tahun
4.       Aku Ada (ft. Arina Mocca)
5.       Hanya Isyarat
6.       Peluk Aku (ft. Aqi Alexa)
7.        Grew A Day Order
8.       Cicak Di Dinding
9.       Firasat
10.   Tidur
11.   Back To Heaven's Light