Jumat, 23 Desember 2011

3 Bersaudara Pencari Bahagia



Tiga orang bersaudara, Kuatik, Marahus dan Sahaja berkelana mencari bahagia. Kuatik si sulung, berpikir bahwa bahagia bisa didapat dengan memiliki kekuatan yang luar biasa hingga bisa menguasai dunia. Marahus si tengah, berpendapat bahwa kebahagiaan bisa diperoleh jika manusia mampu meluapkan kemarahannya. Sementara, Sahaja si bungsu merasa bahwa kebahagiaan akan datang jika hati manusia diliputi ketenangan dan rasa syukur.

Ketiganya sampai di sebuah hutan yang dihuni oleh Dewa Penguasa Kehidupan. Mereka meminta kebahagiaan pada Sang Dewa sesuai dengan keinginan mereka.

“Kuatik, kuberi kau tongkat penguasa, Marahus, terimaklah ramuabn kemarahan dan Sahaja, sebuah jubah kuberikan untukmu”, ucap Dewa Penguasa Kehidupan.

Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, ketiganya berpisah.
Kuatik dengan tongkat kekuasaannya mendapatkan apa yang dia mau, tetapi tongkatnya menjadi incaran semua penguasda, akhirnya Kuatik merasa tidak bahagia dengan kehidupannya yang tidak aman.

Marahus dengan ramuannyamenjadi manusia yang paliung ditakuti dan mampu menaklukkan banyak musuh, tetapi akhirnya Marahus merasa kesepian karena tidak ada seorang pun yang ingin berteman dengannya. Marahus tidak bahagia.

Sahaja yang rendah hati dengan jubahnya, senantiasa bersyukur dan berbagi terhadap sesame. Kehidupannya tenang dan tentram. Sahaja juga dikelilingi oleh banyak sahabat dan juga keluarga. Hingga akhir hayatnya, nama Sahaja dikenal sebagai orang yang baik hati.

Jadi, siapakah di antara ketiga saudara ini yang sudah menemukan kebahagiaan?
source : Bobo Magazine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar