Namaku Charlotte
Johnson panggil saja aku Charlotte, aku hanya seorang gadis biasa
berusia 14 tahun. Hari-hariku seperti biasa, tidak ada yang menyenangkan
selalu saja membosankan. Tidak
ada yang special dari hidupku. Oh iya, tidak lama lagi aku akan masuk
SMA. Aku hanya berharap kehidupanku berubah menjadi lebih baik lagi
karena mendapat teman-teman baru maklum saja aku anak kesepian, aku anak
tunggal dan orangtuaku jarang ada di rumah. New life, new story, rite?
Kesunyian
malam menyambutku, aku baru saja pulang dari shopping untuk persiapan
sekolah baruku. Rumahku terasa sangat sepi, aku sangat merindukan
kenangan-kenangan ketika saat-saat dimana aku, mama dan papa makan malam
bersama, akhir-akhir ini mereka sering bertengkar dan aku sangat
membenci itu. Entah apa yang mereka perdebatkan. Sekarang sudah lewat
tengah malam, aku harus tidur agar besok tidak terlambat ke sekolah
baruku.
Sinar mentari
menembus jendela kamarku, aku terbangun dan melihat jam dan untung saja
aku tidak terlambat. Akupun bergegas untuk mandi dan bersiap-siap ke
sekolah dan tidak lupa juga untuk sarapan. Just hoping today will be the
best day ever. Hari ini aku diantar sopirku, aku bersekolah di
International Secondary School Eindhoven. Kalau bisa dibilang sekolahku
ini semua muridnya adalah kalangan atas semoga saja mereka tidak
sombong-sombong karena aku sangat membenci itu.
Hari pertama
sekolah ini lumayan mengasyikkan, aku duduk disamping seorang cewek, dia
cantik, tinggi, putih dan baik hati namanya Caitlin Beadless. Di
depanku duduk dua orang cowok namanya Cody Simpson dan Campbell Carsley
mereka sama-sama tinggi, blonde, putih dan ya begitulah wkwk. Intinya
semua murid-muridnya ramah-ramah, tidak salah aku memilih sekolah ini.
The
first day, the first task arrgh itu satu-satunya hal yang menjengkelkan
hari ini. Tapi untungnya tugas itu adalah tugas kelompok dan teman
kelompokku itu adalah Caitlin, Cody dan Campbell. Wah semoga saja aku
bisa akrab dengan mereka dan melupakan masalah keluargaku yang sangat
kelam.
Kriiiiing,
ngga terasa bel pulang sudah memanggil wkwk, aku, Caitlin, Cody dan
Campbell sudah bersiap-siap untuk pulang, kami pulang naik mobil cody,
dia membawa mobil Lamborgini hitamnya. Posisinya Cody yang menyetir
disampingnya itu duduk Campbell dan dibangku belakang duduk aku dan
Caitlin. Dijalan kami sibuk menceritakan hidup kami masing-masing.
Ternyata Cody dan Campbell
itu jago surfing dan renang dan katanya lagi Cody pernah memenangkan
dua medali emas di Queensland Swimming Championships sedangkan Caitlin
itu adalah seorang model yang baru saja memulai karirnya. Aku sangat kagum dengan mereka semua.
Sekarang kami
sudah sampai di depan rumahku, aku juga tidak tahu kenapa rumahku yang
dijadikan tempat kerja kelompok tapi aku senang-senang saja hehe. Akupun
mempersilahkan mereka semua masuk, tidak ada orang di rumahku orang
tuaku sedang kerja kalau pulang juga pasti tengah malam dan pagi-pagi
sekali mereka sudah pergi tapi aku mengerti itu, mereka melakukan semua
itu demi masa depanku.
Siang itu aku
sangat lapar dan aku tahu pasti c3 (caitlin, cody dan campbell) juga
seperti aku. Aku memutuskan untuk membuat burger ala burger king dan
vanilla milkshake. Tak lupa aku mengajak Caitlin. Dan sekarang kami
sudah berada di dapur, untung saja bahan-bahannya sudah tersedia, ada
burger bun, daun selada, tomat, bawang bombay, mayonaise saos dan yang
terpenting adalah beef patties, yummy *-* sementara aku dan caitlin
menyiapkan semuanya cody dan campbel sedang asyik bermain PS, entah apa
yang mereka mainkan -___________-
Oh iya, aku
memang jago memasak dan ternyata Caitlin juga seperti, apalagi kalau
hanya sebuah burger dan milkshake, itu hal yang kecil wkwk. Sekarang
Caitlin sedang asyik membuat milkshake sedangkan aku sedang asyik
membuat burger, aku menyiapkan burger bun, membelah nya menjadi dua
bagian lalu memanggangnya sebentar, setelah itu aku lalu mengambil beef
patties yang sudah ada di dalam freezer memasukkannya di dalam oven
sekitar ±7,5
menit setelah berwarna kecoklatan meletakkannya di atas burger bun yang
sudah dipanggang, memasukkan selada yang sudah dicuci bersih, dan aku
juga memotong tomat dan bawang bombay lalu mengaturnya sedemikian rupa
agar terlihat lebih menarik dan saat aku ingin memasukkan mayonaise
tiba-tiba ada sebuah teriakan dan arah datangnya itu dari ruang tengah
tepat di mana cody dan campbel sedang bermain PS. Aku dan caitlin lalu
panik dan berlari ke asal suara, saking paniknya sampai-sampai aku
menabrak tembok dan jidatkulah yang menjadi korban. Ternyata teriakan
itu datang dari campbell yang kalah saat berduel dalam race car dengan
cody -_- karena jengkel akibat perbuatan campbell yang sampai-sampai
membuat aku dan caitlin panik setengah mati dia pun mendapat
ganjarannya, aku menjitaknya wkwk. Campbel hanya merengek kesakitan
kuperlakukan seperti itu , padahal menurutku yang kulakukan sama sekali
tidak menyakitkannya -__- sedangkan cody dan caitlin hanya tertawa
terbahak-bahak sampai-sampai sepertinya mereka ingin saja menangis
karena tidak bisa menahan tawa.
Setelah
insiden kecil itu, jidatku menjadi merah tapi sudah tidak sakit lagi U,u
aku dan caitlin pun melanjutkan acara masak-memasak kami dan kembali ke
dapur sedangkan cody dan campbel terus melanjutkan acara main PS
mereka, maklum saja mereka kan cowok -__-
Burgerku yang
masih setengah jadi tadi kulanjutkan, sekarang saatnya untuk memasukkan
mayonaise dan saos dan tidak lama kemudian burger buatanku pun telah
jadi, vanilla milkshake buatan caitlin juga sudah jadi, kamipun
membawanya ke ruang tengah. Saat tiba di ruang tengah cody dan campbel
masih asyik bermain PS dan ternyata mereka sedang memainkan Guitar Hero.
Mereka tiba-tiba berhenti karena menghirup aroma burger dan melihat
kesegaran vanilla milkshake yang sudah aku dan Caitlin buat. Sepertinya
cody dan campbell sudah benar-benar kelaparan dan kehausan karena
buktinya mereka langsung saja merampas burger dan milkshake yang kami
bawa. Mereka memakannya dengan sangat lahap dan menyeruput milkshake
dengan rasa haus penuh dahaga layaknya orang yang tidak pernah makan dan
minum selama seminggu -__- aku dan Caitlin juga tidak ingin
ketinggalan, kamipun ikut menikmati makanan dan minuman yang sudah kami
buat. Setelah kami semua merasa kekenyangan walaupun hanya memakan
sebuah BURGER biasa tapi aku harus mengakuinya burger buatanku memang
sangat enak persis seperti burger buatan burger king.
Tidak terasa
kami sudah 2,5 jam mengerjakan tugas dan perut kami juga sudah sangat
kenyang memakan burger dan meminum vanilla milkshake, karena kelelahan
kami semuapun tertidur.
Langit telah
berwarna orange yang sangat indah, tak lama lagi sang dewi malam akan
menampakkan dirinya dari tempat persembunyian terbaiknya. Kami semua
sudah terbangun, caitlin, cody, dan campbell pamit pulang karena takut
membuat orang tuanya cemas. Aku lalu mengantar mereka semua sampai di
depan pintu dan mengucapkan Gnite and see u tomorrow kepada semuanya tak
lupa kami semua bertukaran nomor handphone.
Sejak kerja
kelompok di rumahku waktu itu, persahabatan kami menjadi semakin erat,
aku sangat senang akan hal itu, kami selalu bersama walaupun
kadang-kadang ada sedikit kesalahpahaman tapi kami tetap bisa
melaluinya. Kegiatan rutin kami setiap pekan atau setiap ada waktu
kosong kami selalu menghabiskan waktu untuk bermain-main di pantai. Gold
Coast yang terletak di sebelah timur negara bagian Queensland,
Australia ini memang sangatlah terkenal akan keindahan pantainya salah
satunya adalah Duranbah Beach yang dikenal sebagai lokasi terbaik di
dunia untuk para pemain surfing seperti layaknya cody dan campbell,
karena hal inilah sehingga kota ini menjadi Tourist Destination. Tak
seorangpun yang bisa menyankal hal itu, kita seakan terhipnotis oleh
keindahannya untuk terus bermain di pantai ini dan orang-orang itu
termasuk kami berempat. Walaupun kami sudah sering ke sana tapi kami
tidak pernah merasa jenuh dan bosan, justru kami ingin lagi lagi dan
lagi.
Sudah kurang
lebih 3 tahun kami bersahabat, always theres a good bye after say hello
rite? Sekarang kami memang sudah kelas 3 SMA, dan tinggal selangkah lagi
impian kami akan menjadi kenyataan, dan salah satu cara untuk
mewujudkannya adalah dengan menjadi mahasiswa/mahasiswi di universitas
terpandang dan kami juga sudah mendapatkan bangku di untiversitas
pilihan kami itu, aku sudah mendapat tempat di Cambridge University,
Cody di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Caitlin di Oxford University dan Campbell
di
Yale University. Aku dan Caitlin memang akan hijrah ke England
sedangkan Cody dan Campbell akan hijrah ke negeri Paman Sam, Amerika
Serikat. Kami tidak memilih universitas yang sama karena impian kami
memang berbeda-beda. Semoga saja persahabatan kami tidak akan pernah
putus sampai akhir hayat. Walaupun kami terpisah jarak tapi jika ada
kesempatan untuk bertemu kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Distance
never seperates our hearts that really care, for our memories span the
miles and in second we are there. But whenever I start feeling sad cuz I
miss you I remind myself how lucky I am to have someone so special to
miss, you all are my besties youre the special one (Caitlin, Cody, and
Campbell) I know saying goodbye isnt the hard part, it’s what we leave
behind that’s tough. We only part to meet again. Until this moment, I
never understood how hard it was to lose something you never had. You
never leave someone behind, you take a part of them with you and leave a
part of yourself behind.
I
believe in music like somepeople believe in fairytale itu kata August
Rush, tapi kalau kataku I believe in God that our friendship will NEVER
END
Here is some quotes about friendship :
Friends are born, not made-Henry B Adams
A friend is one who knows you and loves you just the same-Elbert Hubbart
A true friend never gets in your way unless you happen to be going down-Arnold H. Glasow
But
friendship is precious, not only in the shade, but in the sunshine of
life, and thanks to a benevolent arrangment the greater part of life is
sunshine-Thomas Jefferson
Friendship
is held to be the severest test of character. It is easy, we think, to
be loyal to a family and clan, whose blood is in your own veins-Charles
Alexander Eastman
Dont
walk behind me; I may not lead. Dont walk in front of me; I may not
follow. Just walk beside me and be my friend-Albert Camus
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar