My heart beats a little bit slower,
these nights are a little bit colder
now that your gone...
my skies seem a little bit darker,
sweet dreams seem a little bit harder...
I hate when your gone
everyday the time is passing
growing tired of all this traveling..
take me away to where you are..
I wanna be holding your hand in the sand by tire swing
where we used to be baby you and me
I'd travel a thousand miles just
so I can see you smile feels so far away
when you cry... coz home is in your eyes,
your heart beats a little beat faster
there;s tears were there used to be laughter
now that I'm gone
you talk just a little bit longer
you hate that I'm gone
everyday the time is passing
growing tired of all this traveling..
take me away to where you are..
I wanna be holding your hand in the sand by tire swing
where we used to be baby you and me
I'd travel a thousand miles just
so I can see you smile feels so far away
when you cry... coz home is in your eyes,
If I could write another ending this
wouldn't even be our song
I'd find a way that we would never ever be apart
right from the start
Hy
perkenalkan namaku Scarlett Paradizo. Panggil saja aku Scarlett. Home
Is In Your Eyes, yup itu adalah lagu pertama yang aku buat. Itu aku buat
khusus untuk pacar aku yang udah lama meninggal, namanya Arthur. Aku
sangat sayang sama dia. Karena dialah aku bermain piano, dia yang
pertama kali memperkenalkan kepadaku apa itu piano. Hari ini tepat 1
tahun dia meninggalkan aku tepat dimana kami anniv 1 month. Dan hari ini
juga aku akan masuk ke sekolah baruku, sekarang aku sudah High School
dan aku memutuskan untuk masuk ke sekolah seni Aussie Art School
*random* karena aku Ingat aku udah janji sama dia aku akan menjadi
pianist yang hebat karena itu adalah impiannya yang tertunda dan aku
berusaha untuk mewujudkannya.
Sekolahnya
lumayan bagus, anak-anaknya juga asik. Hari pertama sekolah ini
berjalan baiklah kalau bisa dibilang. Semenjak Arthur meninggal aku
tidak pernah pacaran lagi, tidak ada yang bisa gantiin dia walaupun aku
juga sudah janji sama dia kalau aku akan nemuin pengganti dia tapi
rasanya sulit banget.
Ngga
terasa aku udah sekolah selama kurang lebih 3 bulan, banyak yang mulai
mendekati aku tapi aku anggap mereka semua sama TEMAN tidak lebih.
Sekarang aku juga udah punya sahabat namanya Lily, Lily William. Dia
anaknya sangat enak diajak ngobrol, dia juga sangat ahli dalam bermain
biola, kadang-kadang aku sampai terkagum-kagum melihat permainan
indahnya itu.
Oh
iya, hari ini adalah hari ulang tahun Arthur. Rasanya sudah lama aku
tidak ke pemakamannya, itu semua karena akhir-akhir ini aku jadi sibuk
urusan sekolah, sekolahku akan mengadakan acara yang kalau bisa dibilang
cukup besar, peringatan ulang tahun. Kami semua akan perform, aku akan
memainkan pianoku, lily akan memainkan biolanya dan begitupun yang lain,
aku akan memainkan pianoku, lily akan memainkan biolanya dan begitupun
yang lainnya. Ngga terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 tepat, aku pun
memutuskan untuk pulang walaupun masih banyak yang belum pulang.
“Li, aku balik duluan ya”
“Mau kemana Scar?”
“Aku mau ke pemakaman dulu, mau ngucapin selamat ulangtahun sama Arthur”
“Oh, gitu ya. Oke deh, yang tabah ya Scar”
“Iya, makasih ya”
Lily
memang tahu tentang Arthur, aku sering curhat ke dia dan dia selalu
nyuruh aku untuk mencoba melupakan Arthur dan mencari penggantinya. Lily
memang benar, aku ngga boleh terus ingat sama Arthur, aku udah coba
tapi aku ngga bisa belum ada orang yang bisa ngegantiin dia di hati aku.
Sebelum ke pemakaman, aku mampir dulu ke toko bunga, aku beli bunga
mawar putih. Dulu Arthur suka banget kasih aku mawar putih kayak gini,
jadi aku mutusin untuk bawaiin dia juga yang kayak gini supaya dia ngga
lupa sama aku.
Di pemakaman, lagi-lagi air mataku jatuh. Aku ngga pernah bisa untuk ngga nangis kalau ke sini. Aku
hanya bisa menangis, menangis dan menangis.
“Arthur,
kenapa kamu ninggalin aku begitu cepat? Kita baru pacaran 1 bulan dan
kamu langsung ninggalin aku untuk selama-lamanya. Aku tahu kalau ini
juga bukan kemauan kamu. Ngga ada yang mau kena penyakit kanker tapi aku
sayang banget sama kamu. Satu tahun hidup aku tanpa kamu itu rasanya
begitu hampa, aku minta maaf aku belum bisa nepatin janji aku untuk cari
pengganti kamu”, kataku sambil menangis. Tiba-tiba kepalaku pusing,
penglihatanku buram dan semuanya gelap.
“Di
mana aku?” itu hal pertama yang aku katakan waktu aku sudah sadar. Hal
terakhir yang aku ingat aku ada di pemakaman, nangis, kepalaku pusing
dan tiba-tiba semuanya jadi gelap dan aku tidak ingat lagi. Aku melihat
ke sekelilingku, aku berada di sebuah kamar, sepertinya ini kamar cowok
karena aku lihat ada gitar di sudut kamar. Tiba-tiba ada orang yang
membuka pintu kamar, dia cowok, tinggi, putih, blonde, dan saat pertama
kali aku menatap mata aquanya jantungku berdetak sangat cepat. Hal yang
sama saat aku pertama kali bertemu dengan Arthur.
“Hey” tegurnya seraya membuyarkan lamunanku
“Oh, hey. Aku ada dimana? Dan apa yang terjadi?”
“Oh,
kamu lagi di rumah aku. Tadi waktu di pemakaman aku liat kamu lagi
nangis sendirian di makam seseorang, saat aku mau menghampiri kamu
tiba-tiba kamu pingsang. Aku panik, aku ngga tau mau bawa kamu ke mana,
aku ngga tau rumah kamu jadi aku putuskan untuk bawa kamu ke rumah aku.
Maaf ya!” jelasnya
“Astaga, kenapa kamu yang minta maaf? Seharusnya aku yang minta maaf, aku udah ngerepotin kamu, makasih ya”
“Hah?
Ngga kok, kamu ngga ngerepotin, aku justru senang bisa bantu kamu. Oh
iya, btw perkenalkan namaku Cody Robert Simpson, panggil aja aku Cody”
sambil mengulurkan tangannya
“Ohaha gitu ya. Kenalin aku Scarlett Paradizo, panggil aja aku Scarlett” sambil kujabat tangannya
“Okay, Scarlett. Btw, kenapa kamu tadi nangis, dan itu makam siapa? Maaf kalau aku lancang”
“Hah tidak apapa kok” aku lalu menceritakan semuanya tentang Arthur, lagi-lagi air mataku jatuh aku ngga bisa tahan lagi.
“Scar, maaf karna aku nanya kayak gitu kamu jadi nangis. Please stop cry, I cant see girl cry”
“Gapapa
kok Co, aku udah biasa kayak gini. Itu bukan salah kamu, aku aja yang
terlalu lemah. Oh iya, kamu sendiri tadi ngapain kok bisa ada di
pemakaman?”
“Tadi
pas di jalan, aku liat kamu turun dari mobil kamu bawa bunga terus
masuk ke pemakaman. Karena aku penasaran, jadi aku ikutin hehe. Sorry
ya”
“haha gapapa lagi Co, kalau kamu ngga ngikutin aku aku ngga bakal bisa bayangin bagaimana jadinya aku, sekali lagi makasih ya”
“hehe iya sama-sama”
Aku
dan Cody berbincang-bincang sangat lama, aku menceritakan kehidupan
pribadi aku begitupun sebaliknya. Aku ngga tau kenapa, aku merasa nyaman
banget di samping Cody walaupun kita baru ketemu tapi aku bisa langsung
akrab sama dia. Dan hal yang terpenting adalah jantungku berdetak
sangat cepat jika Cody menatapku ataupun tidak sengaja menyentuh
tanganku.
Karena keasikan ngobrol, kami jadi lupa waktu. Saat aku melihat jam tangan yang sedang aku kenakan, aku terkejut...
“Astaga, Co..”
“Kenapa Scar?”
“Sudah jam 6, kita ngobrob lama banget ya haha. Aku pulang dulu ya takut dicariin”
“Kok cepat banget pulangnya, ngga makan malam dulu”
“mmm, lain kali aja ya Co”
“Oke”
Cody
lalu mengantarku turun ke bawah, kamar Cody memang berada di lantai 2.
Aku lalu pamit dan tidak lupa berterima kasih kepada keluarga Cody (mum
Angie, dad Brad, Alli dan Tom) Cody sudah memberitahuku nama-nama
mereka.
“Aunty, uncle, Alli, Tom aku pamit pulang dulu ya. Makasih, aku udah ngerepotin”
“Sayang manggilnya mom sama dad aja ya hehe, ngga kok kamu ngga ngerepotin. Pulangnya entar aja makan malam aja dulu sama kami”
“Makasih aunty eh maksudku mom hehe lain kali aja mom aku takut dicariin soalnya aku belum pulang ke rumah dari sekolah”
“oh, ya sudah. Kamu pulang naik apa?” tanya dad Brad
“Gampang kok dad, di luar tinggal cari taksi”
“Eh jangan naik taksi, ini udah malam diantar sama Cody aja, iyakan Co?”
“A? Iya dad, ia Scar aku aja yang antar pulang”
“oh ya udah deh, makasih semuanya. Gnite”
“Sama-sama Scar, gnite to you too” balas semuanya
Akhirnya akupun diantar pulang oleh Cody, aku memberikan alamatku dan sekitar 15 menit akupun sudah sampai di depan rumah.
“Makasih ya Co, udah ditolong diantarin pulang lagi hehe”
“Iya sama-sama, Scar aku boleh minta nomor kamu ngga?” sambil memberikan iPhone nya
“boleh
kok” aku lalu mengambil, dan memberikan nomorku. “Ini, sudah. Makasih
ya Co” ucapku sembari turun dari mobil “Cody, ngga mampir dulu?”
“Iya sama-sama Scar. Mampirnya nanti aja ya soalnya udah malam hehe”
“Oh, oke. Bye” ucapku sambil melambaikan tangan
“Bye” ucap Cody sembari membawa mobilnya pergi menjauh
Setelah Cody pergi, aku langsung masuk ke rumah, ternyata mom dan dad ku juga udah pulang, mereka lagi makan malam.
“Hy mom, dad” ucapku sembari mencium pipi mereka
“Hy sweetie, kok pulang nya malam?”
Akupun duduk dan menceritakan semuanya. Dari aku ke toko bunga sampai aku diantar pulang sama Cody.
“Ciee, jadi sekarang anak daddy ini udah bisa jatuh cinta lagi?”
“Iiih daddy apaan sih, kitakan juga baru kenal”
“hah, kalau emang nanti kamu pacaran sama dia. Mom sama dad restuin kok”
“Mom sama dad apaan sih, ngaco deh”
“hahahha” tawa mom dan dad
Setelah
selesai makan, aku lalu naik ke kamarku dan mandi. Segar sekali rasanya
sehabis mandi. Saat ingin tidur tiba-tiba iPhone ku bunyi, ternyata ada
sms...
From : xxxxx
To : scarlett
Gnite scarlett, have sweet dream. Cody J
Ternyata itu sms dari Cody, aku pun menreplynya
From : Scarlett
To : Cody
Gnite too Cody, sweet dream to you too J
Aku hanya bisa tersenyum, sepertinya Cody perhatian banget sama aku. Aaa I think I fallin love at the first sight :D
Keesokan
harinya, aku berangkat ke sekolah naik jazz ku. Aku semangat banget
hari ini, soalnya Cody bilang dia mau pindah ke sekolah aku. Cody
awalnya itu dia sekolah home schooling tapi kata dia, dia mau punya
banyak teman jadi dia putuskan untuk sekolah di sekolah biasa lagi dan
kebetulan sekolah kami sama. Oh iya, acara sekolahku itu tinggal sebulan
lagi, jadi semua harus latihan yang lebih giat lagi.
1 bulan kemudian
Jam
sudah menunjukkan pukul 4 sedangkan acaranya dimulai pukul 6. Aku akan
ke sekolah dijemput Cody, wah senangnya. Aku udah yakin kalau aku
betul-betul fallin love with him, but I dunno bout him. Aku dijemput
Cody jam 5 soalnya kita mau pemanasan dulu sebelum perform, ini akan
menjadi penampilan pertama aku. Sebaiknya aku sudah mulai bersiap-siap
sekarang, akupun mandi. Sehabis mandi aku lalu memakai dress biru tua
selutut, high heels putih, rambutku di urai, dandan secukupnya. Oke
selesai, saat kuliat jam ternyata kurang 15 menit jam 4. Tidak lama lagi
pasti Cody akan datang. Tiba-tiba iPhone ku bunyi, ternyata dari Cody
----------------OTP-----------------------
Scar, aku udah di depan rumah kamu nih
Oh, oke. Wait a minute
----------------end OTP---------------
Ternyata Cody menjemputku dengan mobil lamborgini putih barunya dan guess what? Baju kami serasi banget
“Waw, you look so beautifull today Scar”
“Aww,
thank you. You too, you look so handsome” bagaimana tidak Cody memakai
jas putih dengan kemeja biru tua, sepatu pastry putih, jam tangan putih,
he is so handsome.
“Aw, makasih. Ya udah yuk jalan”
Sesampainya
di sekolah, acaranya dimulai di aula. Sudah banyak yang datang. Dari
tadi Cody menggandeng tanganku terus, my heart is beating so faster
“Wow,
kalian sangat serasi. You look so beautifull today Scar and you Cody so
handsome” puji Lily. Ternyata dia datang bersama Campbell. Campbell itu
juga sahabatny Cody
“Yeah, I agree with you Lily” tambah Campbell
“Aw, thanks but you too” Ucapku bersamaan dengan Cody
Kami semuapun tertawa
Lily
sudah perform, permainan biolanya sangat indah, disusul Campbell yang
bermain drum yang sangat cool. Sekarang giliranku, akupun naik ke atas
panggung dan mulai menekan tuuts tuuts pianoku dan juga mulai bernyanyi
aku menyanyikan lagu Home Is In Your Eyes lagu buatanku untuk Arthur.
Aku ngga bisa tahan lagi, air mataku menetes tapi aku tetap
melanjutkannya sampai selesai. Setelah selesai semua orang langsung
berdiri dan bertepuk tangan aku hanya bisa berterima kasih dan kembali
ke belakang panggung. Di belakang penggung, semua orang memujiku katanya
permainanku sangat bagus. Aku lalu berterima kasih dan bilang Kalian
jauh lebih baik sambil tersenyum. Sekarang giliran Cody, Cody akan
perform lagu ciptaannya juga, On My Mind awalnya kukira dia akan
acoustic ternyata salah. Dance nya sangat keren, semua orang
terkagum-kagum melihat dancenya, aku sendiri tidak tau kalau dia bisa
dance dan menyanyi, yang aku tahu dia hanya bisa bermain gitar. Semuanya
sudah perform now is time for dance, semuanya berpasangan. Lily
berpasangan dengan Campbell. Dan aku, aku tidak bersama siapa-siapa.
Tiba-tiba Cody datang menghampiriku..
“Scar, can I have your first dance” sambil menjulurkan tangannya
“Yes, of course” aku lalu mengambil tangannya
Kamipun
berdansa, lagu yang dimainkan adalah First Dance nya Justin Bieber.
Semua orang terlarut dalam suasana yang sangat romantis ini. Begitupun
dengan aku dan Cody...
“mmm, Scar aku mau ngomong sesuatu sama kamu tapi kamu jangan marah ya?”
“hah? Ngomong aja Cod, aku ngga marah kok”
“jadi
gini Scar, dari pertama kali aku liat kamu keluar dari toko bunga itu
aku langsung suka sama kamu makanya aku ngikutin kamu ke pemakaman
sampai masuk sekolah yang sama kayak kamu. Aku mau kenal kamu jauh lebih
dalam lagi. Aku tau aku tidak sempurna, aku juga tau mungkin kamu ngga
ada rasa sama kamu tapi aku cuman mau bilang I love you Scar, I love you
at the first time I see you, just like love at the first sight. Would
you be my girlfriend?”
“hah? Mmm, sebenarnya aku juga sayang sama kamu sama kayak kamu love at the first sight”
“so?”
“yes, I would”
“thank
you so much my angel, before that Im sorry I cant promise you to love
you forever but I just can say I’ll promise to protect and love you as
long as I live in this world. I love you my angel, Scarlet”
“yeah babe, I know and I love you too my prince Cody”
“may I kiss you”
“yeah” Cody steal my first kiss, he kiss me softly and I love that
Sejak
saat itu kami resmi pacaran, hubungan kami baik-baik saja walaupun
kadang ada masalah tapi kami bisa melewatinya. I love him so much,
sekarang aku sudah dapat penggantimu Arthur, aku sudah menepati janjiku
bukan. Setelah lulus high school aku dan Cody mendapat beasiswa untuk
melanjutkan sekolah kami di Juliliard di NYC dan tentu saja kami tidak
membuang kesempatan itu. Sekarang aku sudah menjadi pianist yang hebat,
Cody juga sudah menjadi penyanyi yang hebat, Cody always there beside
me, he keep his promise to always protect me. Thanks for everything
Cody. Althougt you’re not my first love but you’ll be my last.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar