Minggu, 15 Januari 2012

NOBEL UNTUK UBUR-UBUR HIJAU


Pada tahun 2008 Penghargaan Nobel Kimia diserahkan kepada....................................... Ubur-ubur hijau!
*prok-prok tapi kok bisa ya?! Lets check it out!

Para Ilmuwan Ubur-ubur
                Hehe… sebenarnya, Nobelnya tidak langsung untuk ubur-ubur hijaunya. Tetapi, untuk para ilmuwan yang menemukan protein berguna dalam ubur-ubur hijau. Para ilmuwan itu adalah Pak Osamu Shimomura dari Jepang, Pak Martin Chalfie, dan Pak Roger Tsien dari Amerika Serikat.
                Pak Osamu Shimomura menemukan protein hijau bercahaya pada tahun 1962. Lalu, Pak Martin Chalfie dan Pak Roger Tsien mengembangkan penemuan protein itu sehingga bermanfaat dalam bidang biologi dan kedokteran.

Protein Hijau Bercahaya
                Protein dari ubur-ubur hijau disebut protein hijau bercahaya atau Green Fluorescent Protein (GFP). Kenapa disebut begitu? Soalnya, protein ini menyala berwarna hijau saat diterangi cahaya ultraviolet. Hal ini disebut fluoresens, artinya unsure ynag dapat memancarkan cahaya saat mendapatkan pencahayaan. GFP benar-benar hebat dan berguna. Berbagai proses dalam tubuh yang tadinya tidak bisa dilihat manusia, kini bisa diamati. Misalnya, perkembangan sel-sel syaraf dalam otak, penyebaran sel penyakit kanker, kerusakan sel syaraf pada penyakit Alzheimer, dan lainnya.
                Bagaimana caranya? GFP ditempelkan pada protein-protein lain yang ingin diteliti. Maka, protein-protein itu akan terlihat ketika disinari cahaya ultraviolet dari peralatan kedokteran. Mengamati protein memang penting. Soalnya, setiap makhluk hidup punya puluhan ribu protein dalam tubuhnya. Kalau protein-protein itu rusak, bisa menimbulkan rasa sakit atau penyakit.

Ubur-Ubur Hijau
            Ubur-ubur hijau bernama latin Aequorea Victoria. Ubur-ubur ini tidak berwarna hijau. Itu hanya sebutannya saja karena punya protein yang menyala hijau. Aslinya, ubur-ubur ini transparan dan tidak berwarna. Makanya, disebut ubur-ubur Kristal.
            Ubur-ubur hijau hidup di pantai barat lautan Pasifik. Ubur-ubur ini termasuk jenis hydromedusae. Ciri-ciri hydromedusae antara lain, transparan dan berbentuk paying bulat atau bel. Ubur-ubur hijau dewasa berdiameter sekitar 8-25 cm. hewan ini hidup sekitar 6 bulan. Kalau terganggu, lebih dari 100 organ luar belnya akan memancarkan cahaya biru kehijauan.
            Siapa sangka penelitian ubur-ubur bisa dapat Nobel. Hal itu berkat ketekunan para ilmuwannya. Ya, seperti kata Pak Shimomura, dalam penelitian, kalau kita sudah memulai, maka kita harus menyelesaikannya.

Source :Bobo's Magazine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar