Pada tahun 2008 Penghargaan Nobel Kimia diserahkan kepada....................................... Ubur-ubur hijau!
*prok-prok tapi kok bisa ya?! Lets check it out!
Para
Ilmuwan Ubur-ubur
Hehe… sebenarnya, Nobelnya tidak langsung untuk
ubur-ubur hijaunya. Tetapi, untuk para ilmuwan yang menemukan protein berguna
dalam ubur-ubur hijau. Para ilmuwan itu adalah Pak Osamu Shimomura dari Jepang,
Pak Martin Chalfie, dan Pak Roger Tsien dari Amerika Serikat.
Pak Osamu Shimomura menemukan protein hijau bercahaya
pada tahun 1962. Lalu, Pak Martin Chalfie dan Pak Roger Tsien mengembangkan
penemuan protein itu sehingga bermanfaat dalam bidang biologi dan kedokteran.
Protein
Hijau Bercahaya
Protein dari ubur-ubur hijau disebut protein hijau
bercahaya atau Green Fluorescent Protein (GFP). Kenapa disebut begitu? Soalnya,
protein ini menyala berwarna hijau saat diterangi cahaya ultraviolet. Hal ini
disebut fluoresens, artinya unsure ynag dapat memancarkan cahaya saat
mendapatkan pencahayaan. GFP benar-benar hebat dan berguna. Berbagai proses
dalam tubuh yang tadinya tidak bisa dilihat manusia, kini bisa diamati.
Misalnya, perkembangan sel-sel syaraf dalam otak, penyebaran sel penyakit
kanker, kerusakan sel syaraf pada penyakit Alzheimer, dan lainnya.
Bagaimana caranya? GFP ditempelkan pada
protein-protein lain yang ingin diteliti. Maka, protein-protein itu akan
terlihat ketika disinari cahaya ultraviolet dari peralatan kedokteran.
Mengamati protein memang penting. Soalnya, setiap makhluk hidup punya puluhan
ribu protein dalam tubuhnya. Kalau protein-protein itu rusak, bisa menimbulkan
rasa sakit atau penyakit.
Ubur-Ubur
Hijau
Ubur-ubur
hijau bernama latin Aequorea Victoria.
Ubur-ubur ini tidak berwarna hijau. Itu hanya sebutannya saja karena punya
protein yang menyala hijau. Aslinya, ubur-ubur ini transparan dan tidak berwarna.
Makanya, disebut ubur-ubur Kristal.
Ubur-ubur
hijau hidup di pantai barat lautan Pasifik. Ubur-ubur ini termasuk jenis
hydromedusae. Ciri-ciri hydromedusae antara lain, transparan dan berbentuk
paying bulat atau bel. Ubur-ubur hijau dewasa berdiameter sekitar 8-25 cm.
hewan ini hidup sekitar 6 bulan. Kalau terganggu, lebih dari 100 organ luar
belnya akan memancarkan cahaya biru kehijauan.
Siapa
sangka penelitian ubur-ubur bisa dapat Nobel. Hal itu berkat ketekunan para
ilmuwannya. Ya, seperti kata Pak Shimomura, dalam penelitian, kalau kita sudah
memulai, maka kita harus menyelesaikannya.
Source :Bobo's Magazine
Tidak ada komentar:
Posting Komentar